☄️ Berkata Ibnu Qutaybah rahimahullaahu ta'ala

 Wahai penuntut ilmu


☄️ Berkata Ibnu Qutaybah rahimahullaahu ta'ala

”Para penuntut ilmu yang terdahulu, dia mendengarkan untuk mengetahui, dan mengetahui untuk diamalkan, dan tafaqquh (memperdalam) agama Allah supaya dia mengambil manfaat (untuk dirinya) dan memberi manfaat (untuk orang lain)

Dan sungguh sekarang ini penuntut ilmu mendengarkan untuk mengumpulkan, dan mengumpulkan untuk disebutkan, dan menghafal agar dia menang dan berbangga diri (dengan ilmu tersebut)”
๐Ÿ“š Al Madkhal al Mufashshal jilid 1 hal 13

Maros, 25 Safar 1438H

๐ŸŒพู…ู† ู…ุฌู…ูˆุนุฉ ู†ุตูŠุญุฉ ู„ู„ู†ุณุงุก๐ŸŒพ

Ikuti NashihatuLinnisa’ di TELEGRAM

❓Siapa itu Ibnu Qutaibah?

 Siapa itu Ibnu Qutaibah?


✍๐Ÿป️Ibnu Qutaibah (wafat 236 H)

๐Ÿ–‹Nama sebenarnya adalah Abu Muhammad Abdullah bin Muslim bin Qutaibah ad-Dainury, ia seorang ahli lughah(Bahasa) yang terkenal.

Beliau menerima hadits dari Ishaq bin Rahawaih, Abu Ishaq Ibrahim Az-Ziyady, Abu Hatim as-Sijistany.

Hadits haditsnya diriwayatkan oleh anaknya Ja’far Ahmad al-Faqih, dan diantara orang yang mengeluarkan hadits dari Ibnu Qutaibah adalah Ibnu Dusturih al-Farisy.

Ia banyak mengarang kitab yang bermanfaat diantaranya adalah kitab Gharibul Quran, Gharibul Hadits, Uyunul Akhbar, Musykilul Quran, Musykilul Hadits, Kitab I’rabil quranal Ma’arif dan Adabul Katab.

๐Ÿ’กSyaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, ”Ibnu Qutaibah seorang ulama yang cenderung kepada mazhab ahmad bin Ishaq, ia seorang juru bicara ahli hadist”.

๐Ÿ’กImam Adz-Dzahaby berkata, ”Ibnu Qutaibah seorang yang banyak kitabnya, seorang yang diterima riwayatnya, tetapi sedikit dalam meriwayatkan hadits”.

Ia wafat pada bulan Rajab tahun 236 H
๐Ÿ“š Riwayat Ibnu Qutaibah dalam Tarikh Ibnu Katsir no 11:100

Maros, 25 Safar 1438H

๐ŸŒพู…ู† ู…ุฌู…ูˆุนุฉ ู†ุตูŠุญุฉ ู„ู„ู†ุณุงุก๐ŸŒพ

Ikuti NashihatuLinnisa’ di TELEGRAM

๐Ÿ“–Tadabbur Menurut Istilah

 ๐Ÿ“–Tadabbur Menurut Istilah


Terdapat beberapa definisi tadabbur dari ulama, di antaranya ialah:

☄️Imam Ibnu Katsir rahimahullaahu ta'ala

Imam Ibnu Katsir mendefinisikan tadabbur sebagai berikut:

ุงู„ุชَّุฏَุจُّุฑُ ู‡ُูˆَ : (( ุชَูَู‡ُّู…ُ ู…َุนَุงู†ِู‰ ุฃَู„ْูَุงุธِู‡ِ ، ูˆَ ุงู„ุชَูَูƒُّุฑُ ูِูŠْู…َุง ุชَุฏُู„ُّ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุขูŠَุงุชُู‡ُ ู…ُุทَุงุจَู‚َุฉً ، ูˆَ ู…َุง ุฏَุฎَู„َ ูِู‰ ุถَู…ْู†ِู‡َุง ، ูˆَ ู…َุง ู„ุงَ ูŠَุชِู…ُّ ุชِู„ْูƒَ ุงู„ْู…َุนَุงู†ِู‰ ุฅِู„ุงَّ ุจِู‡ِ ، ู…ِู…َّุง ู„َู…ْ ูŠَุนْุฑُุฌِ ุงู„ู„َّูْุธُ ุนَู„َู‰ ุฐِูƒْุฑِู‡ِ ู…ِู†َ ุงْู„ุฅِุดَุงุฑَุงุชِ ูˆ ุงู„ุชَّู†ْุจِูŠْู‡َุงุชِ ، ูˆَ ุงู†ْุชِูَุงุนُ ุงู„ْู‚َู„ْุจِ ุจِุฐَู„ِูƒَ ุจِุฎُุดُูˆْุนِู‡ِ ุนِู†ْุฏَ ู…َูˆَุงุนِุธِู‡ِ ، ูˆَ ุฎُุถُูˆْุนِู‡ِ ู„ุฃَูˆَุงู…ِุฑِู‡ِ ، ูˆَ ุฃَุฎْุฐِ ุงู„ْุนِุจْุฑَุฉِ ู…ِู†ْู‡ُ ))  

Tadabbur ialah : memahami makna lafal-lafal Al-Qur’an, dan memikirkan apa yang ayat-ayat Al-Qur’an tunjukkan tatkala tersusun, dan apa yang terkandung di dalamnya, serta apa yang menjadikan makna-makna Al-Qur’an itu sempurna, dari segala isyarat dan peringatan yang tidak tampak dalam lafal Al-Qur’an, serta pengambilan manfaat oleh hati dengan tunduk di hadapan nasehat-nasehat Al-Qur’an, patuh terhadap perintah-perintahnya, serta pengambilan ibrah darinya.
๐Ÿ“šAl Ahdal, Ta’limu Tadabburil Qur’anil Karim, hlm. 11


☄️Asy Syaikh Sholeh al Fauzan hafizhohulloohu ta'ala

Menurut Beliau, tadabbur adalah:

ุฃَู†ْ  ู†َุชَูَูƒَّุฑَ ูِูŠ ู…َุนَุงู†ِูŠْู‡َุง ูˆَ ู…َุฏْู„ُูˆْู„ุงَุชِู‡َุง ูˆَ ุฃَุณْุฑَุงุฑِู‡َุง ูˆَ ุฃَุฎْุจَุงุฑِู‡َุง ุญَุชَّู‰ ู†َุณْุชَูِูŠْุฏَ ู…ِู†ْู‡َุง ุงู„ْู‡ِุฏَุงูŠَุฉَูˆَู†َุณْุชَูِูŠْุฏَ ู…ِู†ْู‡َุง ุฎَุดْูŠَุฉَ ุงู„ู„ู‡ِ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ูˆَ ุชَุนَุงู„َู‰ ูˆَุนِุจَุงุฏَุชَู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุงَ ุดَุฑِูŠْูƒَ ู„َู‡ُ ูˆَู†َุนْุฑِูَ ู…َุง ู†َุฃْุชِูŠูˆَู…َุง ู†َุชْุฑُูƒَ ู…ِู†َ ุงْู„ุฃَุนْู…َุงู„ِ ูˆَ ุงْู„ุฃَู‚ْูˆَุงู„ِ ูˆَ ุงู„ْู…ُุนَุงู…َู„ุงَุชِ ูˆَุบَูŠْุฑَ ุฐَู„ِูƒَ 

Kita memikirkan makna ayat-ayat Al-Qu’ran, apa yang ditunjukkannya, rahasia serta berita yang terdapat dari ayat-ayat tersebut, sehingga kita dapat mendapatkan manfaat berupa hidayah, rasa takut kepada Allah, dan ibadah kepada Nya, dan kita tahu apa yang harus kita lakukan dan apa yang kita tinggalkan dari perbuatan, perkataan, interaksi sosial, dan yang lainnya.
๐Ÿ“šSholeh al Fauzan, Tadabburul Qur’an, hlm. 13.

Maros, 25 Safar 1438H

๐ŸŒพู…ู† ู…ุฌู…ูˆุนุฉ ู†ุตูŠุญุฉ ู„ู„ู†ุณุงุก๐ŸŒพ

Ikuti NashihatuLinnisa’ di TELEGRAM

Adzan

๐Ÿ“Œ 1. Menjawab Adzan dengan Mengucapkan Seperti Muadzin ๐Ÿ“š Shahih Muslim (no. 384) ุนَู†ْ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ِ ุนَู…ْุฑٍูˆ، ุฃَู†َّู‡ُ ุณَู…ِุนَ ุงู„ู†َّ...